MANUSIA DAN KEADILAN

MANUSIA DAN KEADILAN
  Hasil gambar untuk keadilan
  
 Pengertian Keadilan             
      Keadilan adalah sebuah kelayakan yang harus dimiliki  oleh setiap umat manusia, Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem ini menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan maka bisa ditentukan hal yang harus dilakukan oleh sebuah hakim terhadap kedua orang yang sedang diadili. Serta keadilan dapat dikatakan bisa memberikan kebenaran, ketegasan dalam menentukan pihak yang bersalah maupun tidak bersalah, dan kejujuran yang ditegakkan dalam sebuah keadilan.

         Makna keadilan menurut para tokoh-tokoh seperti,
  1. Menurut Frans Magnis Suseno dalam bukunya Etika Politik menyatakan bahwa keadilan sebagai suatu keadaan di mana orang dalam situasi yang sama diperlakukan secara sama.  
  2. Menurut W.J.S. Poerdaminto, keadilan berarti tidak berat sebelah, sepatutunya, tidak sewenang-wenang. Jadi, dalam pengertian adil termasuk di dalamnya tidak terdapat kesewenang-wenangan. Orang yang bertindak sewenang-wenang berarti bertindak tidak adil.
Berbagai Macam Keadilan,
      Menurut Teori Aristoteles :
  • Keadilan Komunikatif : Pengertian keadilan komunikatif adalah perlakuan kepada seseorang tampa dengan melihat jasa-jasanya. Contohnya keadilan komunikatif adalah seseorang yang diberikan sanksi akibat pelanggaran yang dibuatnya tampa melihat jasa dan kedudukannya. 
  • Keadilan Distributif : Pengertian keadilan distributif adalah perlakuan kepada seseorang sesuai dengan jasa-jasa yang telah dilakukan. Contoh keadilan distributif adalah seorang pekerja bangunan yang diberi gaji sesuai atas hasil yang telah dikerjakan. 
  • Keadilan Kodrat Alam : Pengertian keadilan kodrat alam adalah perlakukan kepada seseorang yang sesuai dengan hukum alam. Contoh keadilan kodrat alam adalah seseorang akan membalas dengan baik apabila seseorang tersebut melakukan hal yang baik pula kepadanya
  • Keadilan Konvensional : Pengertian keadilan konvensional adalah keadilan yang terjadi dimana seseorang telah mematuhi peraturan perundang-undangan. Contoh keadilan konvensional adalah seluruh warga negara wajib mematuhi segala peraturan yang berlaku di negara tersebut. 
  • Keadilan Perbaikan : Pengertian keadilan perbaikan adalah keadilan yang terjadi dimana seseorang telah mencemarkan nama baik orang lain. Contoh keadilan perbaikan adalah seseorang meminta maaf kepada media karna telah mencemarkan nama baik orang lain. 
Dalam sebuah keadilan juga terdapat sebuah kejujuran dan sebuah pertanggungjawaban,

Kejujuran,
      Kejujuran adalah sifat seseorang yang datang dari hati nurani dari setiap insan manusia, dan kejujuran itu dapat ditentukan dari dirinya sendiri kejujuran datang bukan karena keterpasaantetapi kejujuran datang akibat sebagi tanggung jawab dari diri kita sendiri terhadap hal yang telah dilakukan. Sehingga balasan untuk kejujuran akan didapatkan di dunia maupun akhirat tanpa keterkecualian semua sudah pasti, seperti yang dijelaskan dalam salah satu ayat di Al-Qur'an surah An-Nahl ayat 105,

إِنَّمَا يَفْتَرِي الْكَذِبَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَاذِبُونَ
artinya :
 “Sesungguhnya yang mengadakan kebohongan ialah orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah dan mereka adalah orang yang pendusta.”

Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa, Umat Islam memiliki kitab suci Al-Quran dan sudah sepatutnya kita menjadikan Al-Quran sebagai pedoman dalam hidup, karena itulah kita harus percaya pada ayat Al-Quran termasuk ayat yang menganjurkan kita untuk selalu bersikap jujur dan tidak berdusta. 

 Kecurangan,
          Kecurangan bisa terjadi karena nafsu seseorang ingin mendapatkan kepuasan tetapi dengan jalan yang tidak baik, perbuatan tersebut menjadikan diri ini menjadi tidak ikhlas dalma menerima. kecurangan bisa terjadi dimana saja dan kapan pun serta dalam kondisi apapun bahkan dalam sebuah keadilan pun masih bisa terjadi kecurangan namun jikan sudah dalam keadilan ALLAH SWT tidak ada yang namanya kecurangan seua ditimbang berdasarkan perbuatan kita didunia yang akan dipertanggung jawabkan di akhirat. Seperti dalam salah satu surah di Al-Qur'an yaitu Al-Mutaffifin ayat 1-6,
  
وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ (1) الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ (2) وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ (3) أَلَا يَظُنُّ أُولَئِكَ أَنَّهُمْ مَبْعُوثُونَ (4) لِيَوْمٍ عَظِيمٍ (5) يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ (6)

  
     
 artinya :
  1. Celakalah atas orang-orang yang curang itu.
  2. Yang apabila menerima sukatan dari orang lain, mereka minta dipenuhi.
  3. Tetapi apabila menyukat atau menimbang untuk orang lain, mereka merugikan.
  4. Apakah tidak menyangka orang-orang itu bahwa mereka akan dibangkitkan?
  5. Buat hari yang besar?
  6. Hari, yang akan bangkit manusia (untuk menghadap) Tuhan semesta alam.
Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa, setiap kecurangan sekecil apapun maka akan di balas oleh ALLAH SWT.

Pembalasan, 
       Pembalasaan adalh suatu alasan dan perbuatan seseorang melakukan karena sebab-sebab orang lain lakukan kepada dirinya, bahkan pembalasan yang ALLAH SWT berikan kepada hambanya pun tidak main-main, balasannya adalah siksaan di neraka bagi orang-orang yang zholim serta orang-orang kafir. semua penjelasan terdapat di Al-Qur'an dan Hadist.

    



     



Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blogroll

BTemplates.com

Diberdayakan oleh Blogger.

Konsep Revolusi Industri 4.0 Berbasis Pancasila

KONSEP REVOLUSI INDUSTRI 4.0 BERBASIS PANCASILA Melihat dari tujuan Negara yang tertuang dalam sebuah pembukaan UUD 1945 adalah se...

Cari Blog Ini

universitas Gunadarma

Translate

Laman